SEKILAS TENTANG MASJID BENGKAH


Masjid Bengkah dibangun oleh beliau Al-Maghfurlah SIMBAH KH. Abdullah Dimyathi. Sebenarnya Masjid Bengkah dibangun dua kali, yakni masjid kuno dan masjid baru yang saat ini bernama Masjid Jami’ Baitul Amin. Konon ceritanya masjid tersebut di bangun oleh Mbah Dimyathi dari kayu-kayu yang hanyut di sungai yang berasal dari hutan. Masjid yang kuno di berikan kepada putera tiri beliau yakni Simbah KH. Ali Noreh dan dipindah ke desa Noreh beserta dengan asrama pondok yang terletak di sebelah utara masjid. Sedangkan pembangunan masjid yang baru di datangkan tukang-tukang kayu dari Ngroto dan bangunan yang asli masih utuh sampai sekarang. Konon ceritanya masjid ini ada yang melaporkan ke pihak perhutani bahwasanya masjid tersebut di bangun dari kayu curian, kemudian mendapat laporan tersebut pihak perhutani langsung ingin menindak dan mengecek keberadaan kayu-kayu tersebut. Tatkala petugas tersebut matur kepada Mbah Dimyathi, Beliaupun dawuh: “ jupuk en iku debok dudu kayu” dan anehnya kayu tersebut berubah menjadi debok ( pohon pisang). Kemudian setelah kejadian tersebut petugas perhutani itu pergi dan meminta maaf pada SIMBAH KH. Abdullah Dimyathi. Di ceritakan pula saat membagun masjid bahan kayunya masih kurang kemudian di jadikanlah klaras (daun pisang kering) untuk melengkapi kekurangan bahan kayu tersebut.

Belum ada Komentar untuk "SEKILAS TENTANG MASJID BENGKAH"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel