SEKILAS TENTANG PONDOK PESANTREN AD-DIMYATHIYYAH


Pondok pesantren Ad-Dimyathiyyah didirikan oleh Al-Maghfurlah Simbah KH. Abdullah Dimyathi. Pondok ini didirikan beberapa saat setelah Mbah Dimyathi pindah dari desa Karanggondang ke desa Bengkah. Dulu pondok ini terdiri dari dua asrama dan berbentuk panggung terbuat dari kayu. Asrama pondok terletak di sebelah utara masjid dan depan masjid sebelah utara. Kemudian asrama yang terletak di sebelah utara pondok di hibahkan kepada putra tiri beliau, yakni Mbah KH. Noreh. Pada masa kepemimpinan Mbah Dimyathi pondok ini sangat ramai para berduyun-duyun datang dari berbagai daerah.

Tercatat sekitar ada seratus santri yang ngalap berkah di pondok yang diasuh oleh Simbah Dimyathi ini. Para santri yang berasal dari luar di tempatkan di asrama yang terletak di sebelah utara masjid, sedangkan santri yang berasal dari bengkah sendiri di tempatkan di asrama yang berada di depan Masjid. Kurikulum yang diajarkan pada masa Mbah Dim masih sangat sederhana dan hanya memakai sistem bandongan . kitab-kitab yang diajarkan pun masih dasar mengingat pada masa itu masyarakat Bengkah masih Abangan. Pada masa ini sudah ada kepengurusan pondok dan pembagian tugas, ada yang bertugas sebagai juru masak, belanja dan yang lainnya. Karena keadaan ekonomi pada masa ini masih sangat minim, acapkali Mbah Dimyathi membagikan beras kepada para santri untuk dimasak. Mbah Dim memang dari segi ekonomi termasuk orang yang mampu. Konon ceritanya banyak tamu yang datang untuk sowan kepada beliau. Para tamu tersebut berasal dari berbagai daerah dan orang-orang belanda pun banyak yang sowan kepada beliau. Biasanya para tamu tersebut membawa shodaqoh, sehingga beliau tergolong orang yang mampu pada saat itu.

Setelah putera beliau yakni Simbah Dzanuri pulang dari menimba ilmu di Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang beliau mewakilkan pengurusan pondok ini kepada nya. Pada masa Mbah Dzanuri masih ada beberapa santri yang berasal dari luar daerah. Mayoritas santri pada mbah Dzanuri berasal dari warga bengkah sendiri. Kegiatan yang dilaksanakan adalah Pengajian kitab yang diajarkan langsung oleh Mbah Dzanuri setelah jama’ah shalat dzuhur. Sedangka pengajian Al-Qur’an di asuh oleh Simbah Yai Sajad ( suami mbah sholihah ) dan Simbah yai Fahrur (paras) dilaksanakan pada pagi hari setelah jama’ah shalat subuh. Kemudian setelah Mbah Dzanuri wafat, estafet kepemimpinan di pegang oleh K. Sya’ban di bantu oleh K. Juned, K.Nurullah dan K. Mahbub yang merupakan putera-putera dari Simbah KH. Dzanuri. Kemudian setelah K. Sya’ban wafat kepemimpinan di ambil alih oleh adik beliau yakni K. Juned dibantu oleh K.Nurullah dan dzuriyah-dzuriyah beliau.

Pada saat ini pondok pesantren Ad-Dimyathiyyah melalui kepemimpinan Simbah K.Juned dan dibantu oleh para Dzurriyah mencoba untuk bangkit kembali dengan Jargon “ Al-Muhafadhotu ‘ala al-Qodimis Sholih Wal ahdzu bil Jadidil Aslah “ merawat tradisi lama yang baik dan mengakomodir hal-hal baru yang lebih baik. Dengan dibantu oleh putera beliau Gus ulil Azmi dan keponakan beliau Gus Imam (putera K. Mahbub) serta para masayich bengkah dan keluarga pondok ini mencoba menggabungkan antara konsep-konsep salaf dan modern agar tidak lekang dengan perkembangan zaman. Pada saat ini pondok pesantren Ad-Dimyathiyyah memiliki kegiatan inti yakni Takhassus Bil Qur’an dan Takhassus Bil Kitab dan kegiatan ekstra diantaranya; Tilawatil Qur’an, Khitobiyyah, Hadhroh, Burdahan, Dzibaan, Komputer, Kursus bahasa inggris dan arab.

Belum ada Komentar untuk "SEKILAS TENTANG PONDOK PESANTREN AD-DIMYATHIYYAH"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel